Apakah Ada Yang Lebih Cepat Dari Cahaya? (2022)

Posted on

Einstein membuktikan bahwa tidak ada yang bisa lebih cepat dari kecepatan cahaya. Foton adalah hal tercepat di alam semesta dan tidak dapat dipercepat melewati 186.000 mil per detik. Namun, para ilmuwan telah mengidentifikasi partikel yang disebut tachyon yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Tachyon adalah partikel hipotetis yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Bukti terbaik untuk tachyon berasal dari percobaan Zitterbewegung. Ini adalah eksperimen pemikiran yang dirancang untuk menguji teori relativitas khusus Einstein. Untuk melakukan ini, fisikawan Jerman Kurt Gödel memasang layar dan mulai merekam giroskop yang berputar perlahan. Dia kemudian menggunakan film tersebut sebagai bukti konsep untuk eksperimen tachyon-nya. Setelah beberapa waktu, ia menemukan bahwa gerakan di layar lebih cepat daripada kecepatan cahaya yang menyiratkan bahwa pasti ada sesuatu yang bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Berapakah Kecepatan Cahaya?

Kecepatan cahaya adalah kecepatan maksimum yang dapat ditempuh cahaya dalam ruang hampa. Dilambangkan dengan simbol c.

Lapangan Higgs

Mungkin tidak ada yang lebih cepat dari cahaya, tapi pasti ada hal lain di luar sana yang para ilmuwan tidak yakin tentang medan Higgs. Medan Higgs adalah kekuatan tak terlihat yang bertanggung jawab untuk membantu partikel berinteraksi satu sama lain dan terus bergerak. Para ilmuwan telah mencari bidang Higgs selama bertahun-tahun, tetapi mereka belum dapat menemukannya. Jika mereka menemukan medan Higgs, itu bisa membantu mereka memecahkan beberapa misteri terbesar dalam sains.

Kesimpulan

Sejauh yang kita tahu, tidak ada yang lebih cepat dari cahaya. Ini mungkin tampak seperti detail sepele, tetapi memiliki implikasi untuk pemahaman kita tentang alam semesta dan tempat kita di dalamnya. Jika sesuatu dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya, maka mustahil untuk mengamati dari objek tersebut. Ini berarti bahwa beberapa konsep teoretis tentang alam semesta—seperti teori Big Bang—berdasarkan asumsi yang tidak dapat dikonfirmasi. Kita perlu terus mempelajari fisika untuk mengetahui bagaimana segala sesuatu bekerja, dan memasukkan gagasan tentang apa yang mungkin ke dalam teori kita akan membantu kita membuat prediksi yang lebih akurat di masa depan.

Bibliografi

  • “Tidak ada di Alam Semesta yang Dapat Melakukan Perjalanan Lebih Cepat Dari Cahaya” oleh Albert Einstein.
  • “Teori Relativitas Umum: Pemahaman Baru tentang Gravitasi” oleh Albert Einstein.
  • “Astrobiologi: Pencarian Kehidupan di Dunia Lain” oleh Donald Goldsmith dan Jay Pasachoff.
  • “Fisika Star Trek” oleh Lawrence M. Krauss.