Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan (2022)

Posted on

Dari sel organisme bersel tunggal hingga sistem kompleks ekosistem, sistem kehidupan adalah entitas kompleks yang berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk lebih memahami cara kerja makhluk hidup, para ilmuwan membuat sistem klasifikasi yang menentukan setiap tingkat organisme. Misalnya, mamalia memiliki empat tingkatan: monotremata (mamalia yang bertelur), berkantung (mamalia berkantung), dan mamalia berplasenta.

Apa itu Sistem Klasifikasi?

Sistem klasifikasi adalah cara mengelompokkan objek bersama-sama sehingga mereka dapat lebih mudah diidentifikasi dan dipahami. Tujuan dari sistem klasifikasi adalah untuk membuat informasi dunia lebih mudah diakses, terorganisir, dan berguna.

Ada banyak jenis sistem klasifikasi, tetapi tiga yang paling umum adalah taksonomi, hierarki, dan skema. Taksonomi adalah sistem sederhana yang mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaannya. Hirarki adalah sistem yang mengatur organisme berdasarkan tingkat kepentingannya. Skema adalah sistem yang lebih kompleks yang mengelompokkan organisme menurut kriteria tertentu.

Sistem klasifikasi memainkan peran penting dalam sains dan kehidupan sehari-hari. Mereka membantu para ilmuwan mempelajari tumbuhan dan hewan dan belajar tentang habitat alami mereka. Klasifikasi juga membantu kita memahami sifat-sifat benda, seperti bentuk, warna, dan komposisi kimia.

Sistem klasifikasi bervariasi dalam kompleksitasnya, tetapi semuanya memiliki beberapa fitur umum. Pertama, sistem klasifikasi menggunakan label untuk mengidentifikasi objek. Kedua, sistem klasifikasi bergantung pada aturan untuk mengelompokkan objek bersama-sama. Akhirnya, sistem klasifikasi sering dibagi ke dalam kategori atau tingkatan.

Bagaimana cara mengklasifikasikan organisme?

Klasifikasi organisme adalah proses kompleks yang sulit dipahami. Secara umum, organisme dibagi menjadi dua kategori: tumbuhan dan hewan. Tumbuhan diklasifikasikan menurut strukturnya, sedangkan hewan diklasifikasikan menurut perilakunya.

TANAMAN:

Tumbuhan diklasifikasikan menurut strukturnya. Kategori ini mencakup tanaman berbunga dan tanaman tidak berbunga. Tumbuhan berbunga meliputi pohon, perdu, dan sulur. Tumbuhan yang tidak berbunga antara lain rerumputan, lumut, dan paku-pakuan. Setiap tanaman memiliki struktur khusus yang bertanggung jawab atas karakteristik uniknya. Misalnya, daun pada pohon bertanggung jawab untuk menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi yang dapat digunakan pohon untuk tumbuh.

Ciri lain yang dimiliki tumbuhan adalah kemampuannya untuk berfotosintesis. Ini berarti bahwa mereka dapat mengubah energi cahaya menjadi molekul organik seperti glukosa. Ini adalah proses penting karena memungkinkan tanaman untuk bertahan hidup di lingkungan yang tidak mungkin bagi organisme lain untuk hidup.

Sistem Klasifikasi di Seluruh Dunia

Sistem klasifikasi telah ada selama manusia telah mengidentifikasi dan menamai sesuatu. Mereka digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk untuk membantu kita mengingat sesuatu, menemukan sesuatu, dan memahami pola di dunia. Sistem klasifikasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi makhluk hidup, benda, material, dan fenomena lainnya.

Ada banyak sistem klasifikasi yang berbeda di seluruh dunia. Beberapa yang lebih umum termasuk sistem taksonomi Carl Linnaean, yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mengklasifikasikan tumbuhan dan hewan; sistem genus dan spesies Cina; dan Sistem Satuan Internasional (SI), yang digunakan untuk mengukur besaran fisika seperti jarak dan waktu.

Sistem klasifikasi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis orang. Misalnya, di Amerika Serikat, orang diklasifikasikan menurut ras atau etnis mereka. Sistem klasifikasi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tempat atau objek. Misalnya, di Jepang, ada banyak jenis teh yang diklasifikasikan menurut rasa dan warnanya.

Jenis Sistem Klasifikasi

Ada banyak sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengatur makhluk hidup. Setiap sistem memiliki tujuannya sendiri, dan beberapa sistem lebih inklusif daripada yang lain. Berikut adalah gambaran singkat tentang sistem klasifikasi yang paling umum:

  1. Sistem Taksonomi: Sistem ini digunakan untuk mengklasifikasikan tumbuhan, hewan, dan organisme lain menurut genus dan spesiesnya.
  2. Sistem Nomenklatur : Sistem ini digunakan untuk menamai tumbuhan, hewan, dan organisme lain sesuai dengan nama ilmiahnya.
  3. Sistem Filum: Sistem ini digunakan untuk membagi tumbuhan dan hewan menjadi beberapa kelompok berdasarkan persamaannya.
  4. Sistem Kelas: Sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan dan hewan berdasarkan ciri-cirinya.
  5. Sistem Ordo: Sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan dan hewan berdasarkan posisi hierarkisnya dalam taksonomi.

Kesimpulan

Untuk memahami sistem klasifikasi makhluk hidup, penting untuk terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan sistem klasifikasi.

Sistem klasifikasi hanyalah cara mengelompokkan objek bersama-sama sehingga mereka dapat lebih mudah dipahami dan dibandingkan. Ada banyak jenis sistem klasifikasi, tetapi tiga yang paling umum adalah: taksonomi, evolusioner, dan struktural.

Sistem taksonomi menggunakan nama latin untuk tumbuhan dan hewan untuk memudahkan identifikasi mereka. Sistem evolusi menggunakan nama ilmiah untuk tumbuhan dan hewan yang telah ditentukan melalui pengamatan dan eksperimen. Sistem struktural mengelompokkan hal-hal berdasarkan bagaimana mereka terstruktur (misalnya tumbuhan vs hewan).

Sekarang setelah kita mengetahui apa itu sistem klasifikasi, mari kita lihat kegunaannya dalam kaitannya dengan makhluk hidup. Sistem klasifikasi digunakan dalam biologi untuk membantu kita memahami bagaimana organisme terkait satu sama lain dan bagaimana mereka berevolusi dari waktu ke waktu. Pengetahuan ini sangat penting dalam memahami bagaimana penyakit dapat menyebar di antara spesies organisme yang berbeda, serta mengidentifikasi spesies organisme baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya.