Apa penyebab terjadinya tanah longsor?

Posted on

Jika Anda tinggal di daerah yang rawan longsor, Anda perlu mewaspadai risikonya dan melakukan tindakan pencegahan. Sayangnya, memprediksi tanah longsor seringkali merupakan tugas yang mustahil, tetapi ada tanda-tanda peringatan yang bisa Anda waspadai.

Pengantar Tanah Longsor

Tanah longsor adalah fenomena alam yang dapat terjadi ketika berat batu besar, atau balok salju, melebihi kemampuan permukaan tanah untuk mendukungnya. Ketika ini terjadi, tanah jatuh ke bawah bukit menjadi depresi yang diciptakan oleh batu, memecah dan menyebarkan puing-puing permukaan sambil juga menciptakan lereng baru. Tanah longsor tidak dapat diprediksi dan seringkali mematikan, jadi penting untuk memahami bagaimana mereka terbentuk dan bagaimana mencegahnya terjadi.

Apa itu tanah longsor?

Tanah longsor adalah massa batuan, tanah dan puing-puing lainnya yang bergerak menuruni lereng atau sisi gunung dengan kekuatan yang luar biasa. Mereka sering disebabkan oleh curah hujan, pencairan salju atau gempa bumi. Perosotan dapat memblokir jalan, mengganggu pasokan listrik, dan memicu longsoran salju.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor:

  • Curah hujan: Hujan deras dapat menyebabkan tanah menjadi jenuh dan tidak stabil. Hal ini membuat tanah kurang mampu menopang berat batuan di atasnya dan akhirnya akan meluncur menuruni bukit.
  • Pencairan Salju: Saat salju mencair, ia meninggalkan air dan es. Jika permukaannya tidak rata atau mengandung bongkahan batu besar, air ini dapat menimbulkan ketidakstabilan yang berujung pada longsor.
  • Gempa: Gempa bumi dapat menyebabkan batu jatuh dari sisi gunung atau tebing, yang kemudian dapat menyebabkan tanah longsor.

Jenis tanah longsor

Ada beberapa jenis longsor yang bisa terjadi, namun yang paling umum disebut longsor massal. Jenis tanah longsor ini terjadi ketika tanah, batu, atau puing-puing didorong ke bawah lereng oleh gravitasi atau angin dan kemudian jatuh ke dirinya sendiri.

Jenis tanah longsor lainnya adalah:

  • Longsoran runtuhan geser adalah ketika lereng runtuh karena berat batuan di atasnya terlalu berat untuk ditopang oleh tanah atau material lain di bawahnya.
  • Longsor jatuh tephra adalah ketika batu dan tanah lepas didorong oleh letusan gunung berapi dan kemudian jatuh ke lereng.

Penyebab tanah longsor

Tanah longsor adalah massa batuan, tanah, dan puing-puing yang meluncur menuruni lereng. Ketika lereng terlalu curam atau ketika tanah jenuh dengan air, berat material di atas menyebabkan permukaan menjadi goyah. Ada banyak faktor berbeda yang dapat menyebabkan tanah longsor: aktivitas gempa bumi, curah hujan, pembekuan dan pencairan, fitur geologis, aktivitas manusia (seperti konstruksi atau pertambangan), dan perubahan iklim.

Ada beberapa jenis tanah longsor: langsung, tidak langsung, dan induksi. Longsor langsung terjadi ketika sebagian lereng terlepas dari sisa lereng dan bergerak ke bawah dengan sendirinya. Tanah longsor tidak langsung terjadi ketika lereng runtuh karena lingkungan yang dibangunnya (seperti fondasi yang tidak memadai) dan kemudian puing-puing runtuh dan meluncur menuruni lereng. Dalam tanah longsor yang diinduksi, manusia menciptakan efek dengan menambahkan bobot pada lereng yang sudah tidak stabil. Misalnya, dalam proyek pembangunan bendungan, sejumlah besar air dapat menambah ketidakstabilan pada suatu area dengan mendorong tanah dan batu keluar dari posisi alaminya.