LOADING

Type to search

Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi

Tags:

Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi

Erik P September 30, 2017
Share

Apa yang dimaksud Dengan Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi

Manusia adalah makhluk ekonomi kehidupan manusia ditunjang oleh bermacam aktivitas yang intinya merupakan memenuhi keperluan dasar hidup manusia: papan (rumah), pangan (makanan), dan sandang (baju). Manusia mempunyai naluri untuk memenuhi keperluannya. Dengan keperluan ini, manusia dapat bertahan hidup. Oleh karena itu dikatakan manusia sebagai makhluk ekonomi.

Dalam kehidupan sebenarnya, kita tak dapat menerima semua keperluan dan kemauan tanpa adanya perjuangan. Untuk menerima sesuatu, kita seharusnya menukarkan sejumlah barang dengan skor yang seimbang.

Perasaan tak pernah puas untuk merasa cukup dikala keperluan sukses dipenuhi, melahirkan kesepakatan di antara manusia untuk berprofesi, menerima uang, yang diaplikasikan untuk membeli semua kebutuhan.

Senantiasa ada peningkatan pemenuhan keperluan atau kebutuhan secara natural menjadi komponen dari perbuatan rasional seorang manusia. Ini akan menjelaskan pertanyaan kita apa yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk ekonomi.
Ciri- ciri manusia sebagai makhluk ekonomi pada dasarnya, seluruh manusia berhakikat sebagai makhluk ekonomi. Hal ini terefleksi dari ciri-ciri yang merekat pada diri tiap orang yaitu :

Tindakannya rasional. Seluruh orang berkehendak memenuhi keperluan dan harapan mereka semaksimal mungkin. Seandainya bisa, segala itu diperoleh dengan perjuangan yang relatif minim.

Manusia mencoba memikirkan dan memenuhi keperluan diri sendiri lebih dahulu diperbandingkan memikirkan keperluan orang lain.

Manusia cakap dalam bertindak sebab keputusan yang diambil bertujuan memenuhi keperluannya sebagai makhluk hidup (berprofesi, menerima uang, diterapkan untuk membeli makanan, memenuhi keperluan dasar hidup).

Susahnya menempuh rasa puas yang paling tinggi. Manusia pun diketahui tak pernah mempunyai rasa puas. Tiap-tiap kali sudah sukses menempuh di spot tertentu, manusia senantiasa mau untuk menempuh lebih bagus lagi. Siklus ini berjalan terus-menerus tanpa putus.

Kegiatan yang dipilih cenderung dekat dengan preferensi pribadi. Dapat dikatakan, apa saja yang dijalankan manusia wajib memberikan profit bagi dirinya sendiri.

Elemen atau unsur yang Mempengaruhi Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Ada banyak elemen yang membedakan keperluan manusia yang satu dengan manusia yang lain, dan juga ada unsur yang diketahui sama, elemen perubahan sosial. Sebagian elemen pembeda hal yang demikian kami jabarkan secara ringkas dan informatif sebagai berikut.

1. Daerah Tinggal. Berbeda daerah tinggal, berbeda pula keperluan dasar manusia.

Misalkan individu yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia tak akan memerlukan baju tebal untuk menghangatkan diri di kala musim salju seperti masyarakat di negara 4 musim.
Pengajaran ini dikarenakan keadaan geografis Indonesia tak terdiri dari 4 musim berbeda yang silih berganti seperti negara lain seperti Australia, Jepang, Rusia, atau malah Amerika Serikat.

2. Edukasi.Tingginya pendidikan seseorang, maka tingkat keperluan dirinya cenderung lebih tinggi diperbandingkan mereka dengan tingkat pengajaran rendah.

Orang yang berpendidikan tinggi mungkin mempunyai standar baju khusus, bagus untuk berprofesi, bersosialisasi, atau bersantai bersama keluarga. Berbeda dengan standar baju orang dengan pengajaran yang lebih rendah, yang menganggap baju sopan telah cukup untuk berjenis-jenis pertemuan.

Baca Juga : Apa yang dimaksud dengan Kebugaran Jasmani

3. Umur. Orang tua cukup gembira dikala keperluan mereka sukses dipenuhi, misalkan berpakaian yang cukup rapi, tak haru baru, sedap dikenakan, dan masih pantas dipakai.

Pemuda-pemudi cenderung lebih tampak mau terus-menerus memuaskan diri sendiri dengan pemenuhan keperluan yang jauh lebih tinggi dari kata cukup. Misalkan, mengharapkan produk yang terkini, bahan yang halus dan mencerminkan aura yang menggunakannya.

4. Kemajuan IPTEK. Generasi milenial cenderung mempunyai pemikiran untuk memiliki produk-produk kemajuan IPTEK terupdate dan mengenal info terupdate. Dengan kemajuan IPTEK ini juga salah satu elemen dari wujud penyimpangan sosial yang umum terjadi dimasyarakat.

Siswa yang telah dibekali dengan hand phone berspesifikasi tinggi walaupun tidak begitu bisa memaksimalkan teknologi yang canggih didalamnya dengan hanya bermain game.
Generasi yang lebih tua telah merasa lebih cukup dengan hp yang dapat melaksanakan fungsi standar di zaman modern: mengirim pesan, telepon, browsing, gampang menangkap sinyal, baterai awet, dan beraneka pertimbangan lain.

5. Tingkat Pendapatan. Orang dengan pendapatan lebih tinggi cenderung mempunyai keperluan yang lebih banyak dibandingi orang berpendapatan lebih rendah.

6. Status Sosial. Orang yang diketahui mempunyai status sosial tinggi cenderung mempunyai keperluan yang didominasi oleh keinginan.

Keperluan wanita dengan status sosial tinggi untuk mengenakan perhiasan seelite mungkin guna mendongkrak keberadaan di kalangan rekan-rekan sesama perempuan sosialita.

Berbeda dengan perempuan tanpa status sosial yang tinggi, mereka cenderung lebih gampang puas cuma dengan memakai satu atau dua macam perhiasan guna menghiasi tubuh tanpa terkesan berlebihan.

7. Perbedaan Selera. Satu orang dengan orang lain mempunyai selera yang berbeda dan memengaruhi preferensi keperluan masing-masing.

Tags:
Erik P

I'am Indonesian passionate copywriter who loves giving something to the world, also game and nature addict. Working as SEO Strategist at one of Australian Digital Marketing Agency, based in Seminyak, Bali. For further inquiries contact me at linkedin with clicking link below.

  • 1